+62 21 5818362

Mengapa Peraih Medali Emas ini Dirampok Fiktif?


VOXPOPULINDO.com, Rio de Janeiro- Ryan Lochte adalah perenang andalan AS, dengan raihan prestasi 12 medali Olimpiade. Ketika Ryan bersama tiga perenang lainnya dilaporkan dirampok polisi ketika pulang dari sebuan pesta atlet di Rio de Janeiro, tuan rumah Brasil pun dibuat malu.

Belakangan diketahui, perampokan itu ternyata fiktif belaka. Industri peralatan renang, Speedo, menghentikan sponsor untuk Ryan Lochte. "Kami tidak bisa memaafkan perilaku yang bertentangan dengan nilai merek ini yang sudah lama kami pegang," pernyataan Speedo.

Para perenang AS itu bukan dirampok, sebenarnya mereka merusak pintu toilet sebuah pom bensin dan berdebat dengan aparat kemanan yang menuntut pembayaran ganti rugi kerusakan. Disebutkan juga bahwa karena tak bisa masuk toilet yang dikunci, mereka kemudian kencing di luar.

Nilai kontrak Speedo untuk Lochte tidak diungkapkan namun dilaporkan akan habis tahun ini setelah masa 10 tahun. Speedo mengatakan akan menyumbangkan US$50.000 dari sponsor Lochte untuk lembaga amal Save The Children di Brasil.

Majalah Bisnis, Forbes, memperkirakan tahun 2012, Lochte meraih pemasukan US$2 juta atau sekitar Rp26 miliar dalam bentuk sponsir dari Gillette, Nissan, AT&T, dan Gatorade.

Penampilan Lochte di Olimpiade Rio tidak seperti Olimpiade London 2012 lalu namun Forbes memperkirakan dia masih mendapat sekitar US$1-US$2 juta. Peraih 12 medali Olimpiade ini merebut medali emas di nomor 4x200 meter gaya bebas. (bbc)


Buat Komentar Anda