+62 21 5818362

Catatan Pelatih Peraih Medali Emas Olimpiade


VOXPOPULINDO.com, Rio de Janeiro- Ganda campuran merupakan salah satu sektor yang paling bersinar di bulutangkis Indonesia. Berbagai gelar penting seperti Juara Dunia, All England, disumbang dari pemain ganda campuran Indonesia. Deretan pencapaian ini terasa lengkap setelah ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir meraih medali emas Olimpiade Rio 2016.

Sejak cabang bulutangkis dipertandingkan di Olimpiade Barcelona 1992, enam medali emas diraih pebulutangkis tunggal putra, tunggal putri dan ganda putra. Ganda campuran Indonesia selalu dihadang lawan di final Olimpiade.

Pada Olimpiade Sydney 2000, pasangan Tri Kusharjanto/Minarti Timur dikalahkan Zhang Jun/Gao Ling (Tiongkok). Sedangkan Liliyana yang berpasangan dengan Nova Widianto di Olimpiade Beijing 2008, gagal meraih emas setelah di partai puncak takluk dari Lee Yong Dae/Lee Hyo Jung (Korea).

Munculnya duet Tontowi/Liliyana di tahun 2011, membuat pasangan ini menjadi harapan baru usai Nova pensiun setelah olimpiade. Prestasi cemerlang sepanjang tahun 2011-2012 ternyata belum mengantarkan pasangan dari klub Djarum ini menuju emas olimpiade di London 2012.  Kerja keras Tontowi/Liliyana terbayar lunas di Olimpiade Rio 2016. Keduanya mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia) di final, dengan skor 21-14, 21-12.
 
Konsisten
Dalam catatan pelatihnya, penampilan Tontowi/Liliyana di Riocentro memang luar biasa. Sejak babak penyisihan, Tontowi bahkan tak pernah kehilangan satu game pun. "Puji Tuhan, kami sangat bersyukur dengan emas yang dipersembahkan oleh Tontowi/Liliyana. Saya ucapkan terima kasih kepada Tontowi/Liliyana, dua olimpiade tim ganda campuran dapat perak, kali ini emas di Tontowi/Liliyana," ujar Richard Mainaky di laman resmi PBSI.

"Penampilan Tontowi/Liliyana memang bagus, mereka bermain konsisten dari angka pertama. Jujur, mereka memang sangat siap. Kita lihat saja dari babak semifinal, kemenangan atas unggulan pertama (Zhang Nan/Zhao Yunlei – Tiongkok), menggambarkan mereka adalah calon kuat untuk juara, dengan catatan mereka tidak lengah."

"Pola permainan mereka sudah berjalan di awal permainan. Tetapi di game kedua, Liliyana terburu-buru, namun keduanya bisa counter lagi."

Richard juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada masyarakat Indonesia yang sudah mendukung dan mendoakan Tontowi/Liliyana dalam perjuangan membawa pulang medali emas ke Tanah Air. Tak lupa ucapan terima kasih Richard kepada mantan pasangan main Liliyana, yaitu Nova.

"Kemenangan ini bukan karena saya saja sebagai pelatih, tetapi juga dukungan dari asisten pelatih, Nova. Dia sangat membantu saya dengan tulus, dia bantu saya sampai capek, makanya saya mau dia ikut kesini (Rio). Terima kasih juga kepada PBSI dan semua tim support atas dukungannya yang luar biasa." (*)



Buat Komentar Anda