+62 21 5818362

In Memoriam; Orang Paling Berbahaya


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Innalillahi wa innaillahi rojiun…sebaris pesan pendek beredar berantai di medsos, dan dilanjutkan dengan penutup kalimat permintaan... "Mohon dibukakan pintu maaf bagi almarhum semasa hidupnya." (Kel. Adi Sasono).


Adi Sasono (73), mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah era Kabinet Reformasi Pembangunan, meninggal dunia di Rumah Sakit Mayapada Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/8/2016) sekitar pukul 17.20 WIB.


Semasa hidup, Sasono dikenal sebagai tokoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), aktif diberbagai organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Pers Mahasiswa Indonesia (IPMI), Pelajar Islam Indonesia (PII) dan sekretaris umum ICMI.


Orang Berbahaya

Ada catatan menarik yang diulas media massa. Tokoh Dewan Koperasi Indonesiai (Dekopin) yang mendirikan Partai Merdeka pada Pemilu 2004, sempat menyandang label menakutkan Indonesia's most dangerous man (orang Indonesia paling berbahaya). Yang memberi label adalah ajalah Far Eastern Economic Review edisi minggu pertama Desember 1998. 


"Saya sudah mencoba meyakinkan mereka bahwa saya tidak berbahaya sama sekali," kata Adi tertawa. 


Adi, saat itu, memang ditakuti beberapa kalangan karena kebijakan ekonomi kerakyatan. Dia ingin melepas cengkraman ekonomi para konglomerat dan mendistribusikan kekayaan untuk usaha kecil dan 50.000 koperasi yang dikelola negara. "Kami menentang kapitalisme kroni," tegas Adi. "Jika saya berbahaya, saya berbahaya bagi mereka."


Adi menyebut selama era Soeharto mekanisme pasar tidak bekerja. "Tugas saya adalah untuk bergerak dari ekonomi kroni untuk menciptakan mekanisme pasar yang kompetitif," jelas dia.


Ia blusukan bertemu dengan kelompok berduit yang mendapatkan keuntungan pada era Soeharto. Dia ingin meyakinkan bila kebijakan ekonomi kerakyatan tak akan merugikan mereka. 


"Saya mengatakan kepada mereka, pesta selesai. Saatnya untuk pemerintahan yang bersih. Jika Anda berbuat baik, anda membayar pajak, anda mempekerjakan orang, anda baik-baik saja. Kita membutuhkan keahlian Anda," katanya.


Langkah Adi Sasono menginpirasi banyak orang di kemudian hari. Selamat jalan Pak Adi Sasono… (Washingtonpost.com/metrotv)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda