+62 21 5818362

Gardner, Gelandangan Jadi Tajir


VOXPOPULINDO.com, San Francisco- Ketika Chris Gardner dan putranya tidur di lantai kasar sebuah toilet umum, ia tidak pernah bermimpi bahwa kisah hidupnya akan diangkat menjadi sebuah film terkenal Hollywood. Awal tahun 1980-an Gardner, yang saat itu berusia 27 tahun, beserta anaknya yang masih bayi, menjadi gelandangan selama setahun di San Francisco.

Saat terdaftar sebagai karyawan magang bergaji rendah di sebuah perusahaan pialang saham, Gardner yang berpisah dengan pasangannya, tidak punya cukup uang untuk membayar jaminan sewa apartemen. Jadi Gardner, dan anaknya, Chris Jr tidur dengan berpindah tempat, di mana pun yang mungkin.

Selain di toilet di sebuah stasiun kereta api, mereka juga tidur di taman, di sebuah penampungan di gereja, atau di kolong meja di tempat kerjanya setelah rekan-rekan kerjanya pulang. Mereka makan di dapur umum, dan dengan uang seadanya ia membawa putranya ke tempat penitipan anak, jadi ia bisa leluasa bekerja.

Meski diterpa kesulitan, Gardner mengalami kemajuan pesat dalam pekerjaannya. Usai masa magang, perusahaan Dean Witter Reynolds (DWR), mengangkatnya sebagai karyawan tetap.

Gardner akhirnya mampu menyewa rumah untuknya dan anaknya. Karirnya kemudian melesat dengan cepat, dan pada tahun 1987 ia membuka perusahaan investasi sendiri, bernama Gardner Rich.

Kini di usianya yang ke 62 tahun, kekayaan Gardner, bernilai sekitar USD60 juta atau lebih Rp800 miliar), dan ia sudah berkeliling dunia sebagai seorang motivator, dan mensponsori sejumlah badan amal untuk para tunawisma dan organisasi-organisasi yang menentang kekerasan terhadap perempuan.

Kenyataan bahwa Gardner pernah melewati masa kanak-kanaknya yang penuh kesulitan, malah sempat masuk bui sebelum magang di kantor DWR, membuat Hollywood kemudian datang memanggilnya ketika ia menulis otobiografi terlarisnya yang berjudul The Pursuit of Happyness (kesalahan ejaan dalam judul ini memang disengaja). (sumber: bbc)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda