+62 21 5818362

#SBYTourdeJava: Demokrat Peduli dan Beri Solusi Bagi Rakyat



VOXPOPULINDO.COM, Kudus, Jateng - Ketua Umum DPP-PD Prof Dr Susilo Bambang Yudhoyono, didampingi Ibu Ani Yudhoyono serta Sekjen DPP-PD Dr Hinca Pandjaitan dan para petinggi DPP-PD dan FPD DPR-RI  menggelar Temu Kader dengan DPD-PD Jawa Tengah serta 3 DPC-PD dalam rangkaian #SBYTourdeJava, di Hotel Graphita Jalan AKBP R Agil Kusumadya, Kudus, Jawa Tengah, Rabu (16/3/2016). Tiga DPC-PD tersebut adalah DPC-PD Kabupaten Jepara; Kabupaten Kudus; dan Kabupaten Pati.

Dalam Pembukaanya yang terbuka untuk media, SBY menyatakan, para kader berkumpul di Kudus untuk menyatukan tekad dan langkah menyongsong masa depan Partai Demokrat yang lebih gemilang.

Hari ini adalah hari ke-9 #SBYTourdeJava yang diakukan sebagai bagian dari tema besar Partai Demokrat peduli dan beri solusi bagi persoalan rakyat; juga aspirasi rakyat dan kader untuk memenangkan Pilkada 2017. Hingga saat ini, apa yang ditargetkan dapat dicapai dengan baik

SBY menguraikan, dalam perjalanan kali ini, banyak sekali yang dilihat dan didengar, baik dari kader ataupun rakyat, semuanya sangat penting bagi rumusan dan agenda Partai Demokrat.  Dalam arti, Partai Demokrat, meski, tidak berada di pemerintahan pusat, tetap akan menyalurkan aspirasi masyarakat melalui parlemen di DPR-RI serta DPRD provinsi; kabupaten/kota, juga melalui para eksekutif yang diusung dan didukung Demokrat. Tentu dengan keinginan agar harapan masyarakat dapat dipenuhi.

Dalam temu kader itu, SBY juga mengisahkan hubungannya dengan alm Ketua Umum PGRI Sulistyo.

“Di Semarang, saya mendengar berita duka, seorang sahabat sekaligus teman saya, Ketua Umum PGRI Sulistyo meninggal dunia. Saya dan rombongan melayat ke rumah almarhum dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam.

“Hubungan saya pribadi dan Sulistyo baik dan dalam hampir 7 tahun kami bekerja sama. Ketika saya menjadi Presiden, beliau adalah pemimpin PGRI yang gigih untuk memperjuangkan kesejahteraan guru, agar guru menghasilkan murid yang baik dan mempunyai kesejahteraan baik. Banyak usulan beliau ketika saya jadi Presiden. Semuanya untuk kesejahteraan guru, dari kenaikan gaji; tunjangan sertifikasi; kenaikan gaji dosen dan guru besar dan lainnya.

“Sebagai pimpinan guru, almarhum gigih memperjuangkan guru dan beliau bagian dari solusi untuk perjuangan guru dan dunia pendidikan,” SBY mengisahkan.

SBY serta Sekjen DPP-PD Hinca Pandjaitan, yang juga adalah Wakil Ketum PSSI dan para petinggi DPP-PD, juga mendengarkan aspirasi dari para pecinta sepak bola agar urusan sepak bola cepat selesai. Dampak pembekuan PSSI oleh Menpora membuat FIFA memberi sanksi keras. Akibatnya persepakbolaan nasional kritis sehigga, misalnya, tidak boleh bermain di luar negeri dan sebaliknya.

“Saya mendukung rakyat sepak bola agar ada solusi yang bijak dan cepat dari pemerintah. kalau tidak, kita dipermalukan dunia,” SBY menegaskan bagaimana buruknya citra Indonesia di mata dunia internasional karena sanksi yang diberikan FIFA.

SBY mengatakan, jika pemerintah ingin memberantas mafia, Demokrat tentu mendukung penuh. Apalagi ini bukan hal baru. Dulu juga ada, tapi segera diselesaikan dengan baik dan cepat ketika SBY  masih  kepala negara. Langkah yang dilakukan SBY karena rasa cinta pada sepak bola, olahraga terpopuler di tanah air.

“Tolong pemerintah dengar dan segera selesaikan dengan baik. Saya yakin, Presiden Jokowi mengetahui permasalahan rakyat,” SBY mengharapkan.

Menyerap aspirasi rakyat dan  segera memperjuangkan sepenuh hati, itulah, antara lain, tujuan utama Partai Demokrat menggelar #SBYTourdeJava. Tentu masih banyak aspirasi yang diserap Demokrat dari berbagai elemen masyarakat, misalnya dari perajin, nelayan, buruh, petani, peternak, pedagang.

“Semua apirasi itu kami dengar. Tour de Java memang digelar karena Demokrat ingin mendengar aspirasi rakyat untuk disampaikan kepada pemerintah. Agar yang baik dipertahankan dan yang belum baik diperbaiki,” SBY menegaskan.

Dalam kebijakan SBY selama 10 tahun menjadi Kepala Negara dan Pemerintahan (2004-2014) selalu ada partai politik yang melawan kebijakannya.  Kini, Demokrat tak ingin melakukan hal senada. Demokrat hanya ingin memberi saran dan masukan karena telah menjadi etika politik Demokrat untuk berpolitik dengan cara yang lurus.

Seusai menggelar Temu Kader, #SBYTourdeJava melanjutkan perjalanan menuju Pati dan Tuban.

Sebelumnya, SBY, Ibu Ani dan rombongan menyempatkan diri mampir di tempat penjualan khas oleh-oleh khas Kudus di Pusat Jenang Mubarok, Kudus. Di tempat tersebut, SBY dan Ibu Ani membeli beberapa oleh-oleh dan pakaian khas Kudus. (imr)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda