+62 21 5818362

Kencrengan Adalah Budaya Demokrat


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Duka mendalam Partai Demokrat terhadap tragedi di jalan tol Brebes (Brexit) terus berlanjut. Kali ini Demokrat memberikan bantuan kepada empat keluarga korban meninggal, bertempat di Wisma Proklamasi 41, Jakarta Pusat, Selasa (19/7/2016).


Budaya kencrengan atau kenclengan (urunan) untuk membiayai berbagai hal yang membutuhkan dana seperti diulurkan kepada keluarga korban 'Brexit' merupakan karakter sejati Demokrat. Hanya dalam 1 jam, kader Demokrat mampu mengumpulkan bantuan sebanyak Rp70 juta. 


"Ini membuktikan bahwa kader Demokrat mampu menyumbangkan lebih dari satu juta rupiah setiap menitnya bagi kemanusiaan. Bisa dibayangkan dahsyatnya  partai ini,” ujar 

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Dr Hinca IP Pandjaitan XIII.


Hinca kemudian membacakan narasi puitis dari Keluarga Besar Partai Demokrat pada korban kemacetan jalan tol Brebes yang berjudul “Rindu yang Tak Pernah Selesai”.


“Sebagai manusia biasa,  bukan hanya kader Demokrat,  saya merasa berduka.  Saya membayangkan mereka tiga hari mengantri di jalan tol, tanpa persiapan menginap. Mungkin mereka kekurangan makanan bahkan sekadar air mineral, karena tidak ada persiapan menginap. Sayangnya, tidak ada antisipasi pemerintah atas musibah ini, “ ujar politisi Demokrat, Husni Thamrin.


Zaman SBY

Husni mengatakan, saat zaman pemerintahan SBY ada yang mengurus mudik dan memonitor perjalanan mudik. Kini, bahkan sekadar pertolongan pertama pada korban pun tidak ada.

Dari situlah Husni menggagas sumbangan untuk peduli pada korban Brebes. Ia merasakan suatu kemarahan melihat situasi yang terjadi. Ia ingin menunjukkan bahwa Demokrat peduli serta ingin memberikan kontribusi pada kemanusiaan. “Hal itu saya lakukan karena saya yakin, Demokrat pasti terus peduli pada peristiwa kemanusiaan lainnya” ujar Husni Thamrin.


Gagasan Husni Thamrin, lantas digemakan Ketua Divisi Komunikasi Publik DPP-PD Imelda Sari. Ia menggemakan pengumpulan dana bagi tragedi jalan tol Brebes melalui grup kader utama di WhatsApp dan media sosial.


Saking banyaknya kader yang memberikan bantuan, Demokrat kemudian memutuskan bahwa sumbangan untuk bantuan korban diakhiri Rabu tanggal 13 Juli 2016. Tetapi tak gampang menyetopnya. Sumbangan terus mengalir dari para kader yang memaksa berpartisipasi. Akhirnya, Demokrat benar-benar memaksa untuk menghentikan urunan pada Sabtu  (16/7), jumlah yang terkumpul mencapai Rp455 juta.


Respons sangat luar biasa para kader meski pengumpulan dana sumbangan hanya digalakkan melalui media sosial dan networking di grup WhatsApp membuktikan betapa solidnya kader Demokrat. “Kami menyadari kehilangan istri, anak atau ibu tidak mungkin tergantikan dengan apa yang telah kami sumbangkan. Tetapi, setidaknya, perhatian Demokrat adalah titik balik agar kita terus memperhatikan rakyat,” ujar Imelda yang bersyukur satu gagasan positif direspons luar biasa oleh para kader.


Plakat Duka

Acara pemberian bantuan ditutup dengan pemberian plakat duka dan bantuan dana  dari Keluarga Besar Partai Demokrat kepada keluarga korban. Plakat duka dan bantuan tersebut diberikan kepada Eko  Sartono, anak almarhumah Marijem, dari Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Nurul Hasanah, putri almarhumah Sundari dari kabupaten Kendal, Jawa Tengah

Siti Rukhayah, ibu kandung alm Rizaldi Wibowo dari Kabupaten Kendal, Jawa Tengah

Nurdin Rohandi dari Kec Citerep, Kabupaten Bogor mewakili keluarga almarhumah Suharyati.

(demokrat.or.id)


Buat Komentar Anda