+62 21 5818362

Tim Bareskrim Bantu kemlu Pulangkan 177 Jamaah haji WNI dari Filipina


VOXPOPULINDO.com, Jakarta - Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan tim Bareskrim sudah bergabung dengan tim Kementerian Luar Negeri yang berada di Filipina untuk memulangkan 177 calon jamaah haji Indonesia yang mengalami masalah dengan paspornya. Tim Bareskrim dilibatkan untuk mendalami kemungkinan adanya unsur pidana dalam kasus ini.

Itu ada tim kita dari Bareskrim sudah berangkat kemarin (Rabu, 24 Agustus, red). Kita sudah bergabung dengan tim Kemlu. Kemudian sudah interview awal nanti langkah utama adalah pemulangan,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (25/8/2016), seperti dikutip laman ntmcpolri.info.

Tito menambahkan, 177 WNI tersebut saat ini sudah tidak lagi ditahan oleh kepolisian Filipinam, berada di kantor Kedutaan Besar Indonesia untuk Filipina. "Kami sudah dapat informasi dan surat juga dari pemerintah Filipina, kami ditembuskan juga. Mereka (177 WNI, red) kan tidak ditahan lagi di tempat polisi tapi di kedutaan,” ujar Tito.

Saat ini proses verifikasi para WNI tersebut masih terus dilakukan. Verifikasi diperlukan untuk memastikan bahwa mereka benar-benar warga negara Indonesia. Proses pemulangan baru bisa dilakukan setelah proses verifikasi selesai. "Menunggu verifikasi data mereka, bahwa mereka WNI. Sepanjang sudah ada verifikasi, mereka akan dipulangkan," tuturnya.

Kemungkinan besar proses pemulangan para WNI ini menggunakan cara deportasi. "Deportasi kemungkinan besar. Kami dapat suratnya, mekanismenya kemungkinan besar dideportasi," kata Tito.

Untuk proses pemulangan para WNI, menurutnya, tanggung jawab ada di Kemlu. Polri akan mempelajari aspek-aspek pidana yang terjadi dalam kasus ini. "Tugas kami yang utama selain membantu itu (pemulangan WNI, red), Kemlu sebagai leading sector untuk pemulangan. Kami mempelajari pidananya, kemungkinan ada aspek pidananya," ujar Tito

Sebelumnya, Menlu Retno Marsudi mengatakan bahwa dari 177 WNI calon haji yang menggunakan paspor Filipina, 144 WNI sudah dicocokan dengan data SimKim (Sistem Informasi Managemen Keimigrasian). Proses pendalaman kasus juga masih terus dilakukan karena akses untuk itu sudah dibuka oleh pemerintah Filipina.

"Dari 177, 144 sudah kita cocokan dengan data Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKim). Dari 177. 144 sudah cocok dengan data SIMKim. Yang lain masih diverifikasi. Pendalaman masih terus dilakukan, akses dibuka oleh otoritas Filipina," kata Retno di kantornya, Selasa (23/8/2016) lalu. (mbl)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda