+62 21 5818362

Teruslah Menjadi Inspirasi Dunia, SBY


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Syukuran dan Peringatan 40 Tahun Pernikahan Prof Dr H Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Hj Kristiani Herrawati Yudhoyono (Ibu Ani) di Ballroom, Djakarta Theater, Jakarta Pusat, Sabtu (30/7/2016) malam, penuh kalimat sayang serta sisi lain SBY yang belum banyak terungkap di media.

"Happy anniversary, Pepo dan Memo. Semoga hari-harimu senantiasa diwarnai oleh senyum,  tawa, dan bahagia. Teruslah berkarya, teruslah menjadi teladan, dan teruslah menjadi inspirasi. Bukan hanya bagi kami, anak-anak dan cucu-cucumu, tetapi juga bagi Indonesia dan dunia.
Terimalah rasa hormat, bangga, dan terima kasih yang tulus ini, atas semua yang telah kalian beri dan lakukan dalam membesarkan dan mendewasakan kami. Juga atas setiap tetes darah, keringat, dan air mata yang kalian kucurkan demi kemajuan negeri tercinta ini," demikian putra sulung Presiden RI ke-6, Letkol Inf Agus Harimurti Yudhoyono mengawali acara.

Agus yang didampingi istrinya, Annisa Pohan Yudhoyono, dan adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono beserta istri, Siti Ruby Aliya Radjasa Yudhoyono, menerangkan, acara ini merupakan inisiatif mereka berempat sebagai ungkapan syukur kepada  Allah SWT, sekaligus ucapan terima kasih pada SBY dan Ibu Ani yang telah mendedikasikan hidupnya untuk mengabdi pada bangsa dan negara namun tanpa sedikit pun mengabaikan pentingnya arti keluarga.

“40 tahun bukanah penggalan waktu yang singkat. 40 tahun mengarungi bahtera rumah tangga juga bukanlah sesuatu yang sederhana. Sungguh jauh dari kata sempurna. Kadang suka, kadang duka. Namun kekuatan cinta dan kebersamaan beliau berdua telah terbukti menjadi cahaya penerang dalam melintasi jalan panjang kehidupan dan dalam perjuangan menggapai cita-cita,” Agus menggambarkan.

Perjalanan hidup SBY dan Ibu Ani, dari Bandung; Timor-Timur (kini Timor Leste), Amerika Serikat, Yogyakarta, Palembang hingga ahirnya SBY menjadi Presiden RI ke-6  (2004-2014) semuanya disyukuri anak-anaknya.

“Tanpa tanggal 30 juli 1976, hari pernikahan Pak SBY dan Ibu Ani, tidak mungkin ada kami di sini. Dan tanpa kasih sayang, doa, dan tempaan Bapak SBY dan Ibu Ani, tidak mungkin kami dapat berdiri tegak di atas kaki kami sendiri,” Agus menegaskan rasa terima kasih mereka.

Agus menyadari perjalanan mereka masih panjang dan takkan sepi dari tantangan. Karenanya, mereka berdoa kepada Allah SWT agar SBY dan Ibu Ani senantiasa diberkahi kesehatan agar dapat terus membimbing mereka menyongsong masa depan.

“Kami menyadari betul, apa yang dilalui Bapak SBY dan Ibu Ani merupakan sesuatu yang luar biasa. Oleh karena itu, sekali lagi kami  bersyukur atas segala pelajaran hidup dan pengalaman yang berharga; yang Bapak dan ibu selalu bagi agar kami dapat menjadi manusia yang lebih baik.” 

Pengalaman
Agus menyatakan, banyak sekali pelajaran yang didapatnya dari SBY dan Ibu Ani. Misalnya ketika bertugas di Timor Timur  sebagai komandan batalyon. SBY menghabiskan sebagian besar waktunya di hutan Timor. Tetapi meski jarang bertemu anak-anaknya, setiap pertemuan yang terjadi sangat berkualitas; penuh kehangatan.

"Setengah jam yang bisa menyentuh hati jauh lebih berarti dari pertemuan berhari-hari yang tidak menyentuh hati. Itu saya jadikan prinsip karena saya juga berprofesi sebagai militer,” Agus Yudhoyono  mengisahkan.

Senada dengan Agus, Ibas mengatakan, tidak ada doa paling indah selain rasa syukur karena SBY dan Ibu Ani saling mencintai sekaligus mengasihi satu sama lain. Meski ulang tahun pernikahan ke-40 dilambangkan dengan batu rubi, tetapi bagi Ibas, usia pernikahan SBY dan Ibu Ani lebih berharga dari batu rubi. SBY dan Ibu Ani memahami dan menerapkan arti cinta dalam kehidupan sehingga menjadi teladan.

Annisa Yudhoyono mengatakan, SBY dan Ibu Ani sangat menginspirasi karena sangat romantis dan saling mengasihi Bahkan dalam  40 tahun pernikahan, mereka selalu bergandeng tangan. "Membina rumah tangga yang harmonis selama 40 tahun bukan hal yang mudah. Bapak sangat menghargai apa pun pendapat Ibu. Bapak selalu mendukung Ibu 100 persen. Bapak mengapresiasi dan memuji Ibu. Demikian pula Ibu yang selalu mendukung Bapak seratus persen, termasuk ketika memimpin negara ini selama sepuluh tahun (2004-2014)," ujar Annisa. (demokrat.or.id)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda