+62 21 5818362

Pilot Kok Nyabu, Penumpangnya?


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Ulah pilot Lion Air, MS, karena mengonsumsi narkoba, seperti menampar berbagai upaya meningkatkan keselamatan penerbangan di Tanah Air. Dirjen Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan mendesak agar pilot tersebut dikenai sanksi tegas.

"Narkoba mempunyai dampak yang berbahaya bagi seseorang, apalagi yang berprofesi pilot. Jika dia dalam pengaruh narkoba dan menerbangkan pesawat, bisa terjadi kecelakaan yang menyebabkan banyak nyawa orang terancam. Jadi tidak ada toleransi lagi, pilot yang menggunakan narkoba harus dikenakan sanksi berat," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso.

Sanksi yang dimaksud adalah sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil (PKPS) atau Civil Aviation Safety Regulation (CASR) serta UU no. 1 tahun 2009 tentang penerbangan. "Sebagai tahap awal, pilot yang bersangkutan tidak boleh menerbangkan pesawat (grounded) mulai dari saat ditangkap hingga keluar hasil pemeriksaan dari pihak yang berwajib."

MS ditangkap Senin (4/12/2017) pukul 21.20 WITA di Hotel Kupang saat beristirahat setelah menerbangkan  pesawat  JT 924. Aparat satnarkoba Polres Kupang menyita barang bukti berupa 0,3 gram sabu di kamar hotel yang ditempati MS.

Kesehatan Mental
Agus juga meminta para pilot dan maskapai penerbangan untuk selalu memperhatikan kesehatan baik fisik maupun mentalnya. Maskapai penerbangan juga harus mematuhi aturan terkait jam terbang pilot sehingga pilot terhindar dari fatique (kelelahan).

"Pilot dan maskapai penerbangan harus bekerjasama dalam menanggulangi masalah fatique ini. Ikuti saja aturan yang berlaku dengan baik dan benar. Selain itu juga harus waspada terhadap narkoba yang sekarang sudah merasuk ke semua kalangan masyarakat," tambah Agus lagi.

Dia berharap pilot dan maskapai penerbangan dengan aktif  ikut menjaga  keselamatan penerbangan Indonesia yang sudah dengan susahpayah diupayakan dan diperbaiki pemenuhannya hingga diakui dunia dengan mendapatkan nilai efektif implementasi luar biasa sebesar 81,15 % dalam audit USOAP ICAO pada Oktober 2017 lalu.

Agus menginstruksikan kepada seluruh maskapai agar menerapkan aturan sehingga seluruh SDM dan air crew yang dikelolanya comply terhadap regulasi yang berlaku. Untuk kasus ini agar airline melaksanakan SOP internal perusahaan yang telah diadopsi dari peraturan internasional yang berlaku.

Agus juga menambahkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara secara berkesinambungan akan melakukan pengawasan/surveillance dan Ramp Check khusus narkoba terutama menjelang angkutan natal dan tahun baru, Ramp Check khusus ini akan dilakukan oleh para Inspektur/Dokter Penerbangan dari Balai Kesehatan Penerbangan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara. (ros)



Berita Terkait
Buat Komentar Anda