+62 21 5818362

Pers Untuk Kemajuan, Keadilan dan Perdamaian


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Kebebasan pers diperlukan untuk kebaikan bersama. Kebaikan tersebut ditujukan demi memajukan kehidupan bangsa dan mewujudkan keadilan serta perdamaian. Wapres Jusuf Kalla menegaskan pesan ini saat membuka World Press Freedom Day (WPFD) 2017, di Jakarta (3/5/2017).

"Peran media penting dalam meluruskan informasi untuk perdamaian, keadilan dan kemajuan negara," kata Wapres di hadapan lebih dari 1000 jurnalis nasional dan internasional. Perhelatan hari kebebasan pers ini terselenggara atas kerja sama Pemerintah Indonesia, UNESCO dan Dewan Pers Indonesia.

Pemerintah, tuturnya, memberikan kerangka regulasi dan kemudahan perijinan guna mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab.

Buah regulasi itu, jelas Wapres Kalla, "Sekarang terdapat dua ribu media cetak, seribu seratus radio, hampir empat ratus televisi dan empat puluh tiga ribu media online di Indonesia."

Kebebasan pers, merupakan pilar penting dalam sejarah demokrasi bangsa Indonesia. Prakarsa penyelenggaraan WPFD 2017 di Jakarta memperkuat pandangan Pemerintah Indonesia mengenai perlunya menjaga pers yang baik dan bertanggung jawab.

"Pemerintah memandang pentingnya pers yang baik dan bertanggung jawab untuk mendukung kemajuan bangsa kita," tegas Wapres.

Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, yang datang menghadiri acara ini, menyatakan apresiasi organisasinya atas kepemimpinan Indonesia dalam penyelenggaraan WPFD 2017. Komitmen besar Indonesia terhadap kebebasan pers juga diungkapkan Bokova.

Bokova juga mencatat prakarsa Indonesia yang menghasilkan Bali Road Map, suatu rekomendasi bagi masa depan media dalam pembangunan berkelanjutan, pada Global Media Forum di Bali, tahun 2014 yang lalu.

Menurutnya, kebebasan pers dan berekspresi sangat penting untuk mendukung pemerintahan yang baik, kemajuan masyarakat, pencapaian tujuan pembangunan global dan perdamaian.

Tema WPFD 2017, yaitu "Critical Minds for Critical Times: Media's Role in Advancing Peaceful, Just and Inclusive Societies" dinilai Bokova sangat tepat.

"Critical minds (pikiran-pikiran yang kritis, red) diperlukan untuk melindungi planet tempat tinggal kita bersama," tegasnya. Ia memastikan pelaksanaan mandat UNESCO, khususnya bagi pemberdayaan wanita dan pemuda, mampu mendukung terwujudnya kebebasan pers dan berekspresi.

WPFD 2017 berlangsung di Jakarta Convention Center, 3-4 Mei 2017. Pertemuan ini didahului rangkaian pre-events yang digelar pada tanggal 1-2 Mei di tempat yang sama.

WPFD 2017 memfokuskan pembahasan mengenai pentingnya memperkuat jurnalisme yang bebas dan berkualitas. Media diharapkan dapat secara efektif berkontribusi dalam pencapaian Sustainable Development Goals (Tujuan-tujuan Pembangunan Berkelanjutan).

Tiga tema yang dibahas, yaitu "Justice for All as a Prerequisite for Freedom of Expression and Sustainable Development", "Promoting the Media's Potential as a Catalyzer of Peace and Mutual Understanding", dan "Freedom of Expression and Freedom of Information Foster  More Inclusive Societies". WPFD 2017 yang berakhir besok (4/4) direncanakan menghasilkan Deklarasi Jakarta.

Malam hari ini (3/4), UNESCO/Guillermo Cano World Press Freedom Press akan diberikan kepada Dawit Isaak, jurnalis Swedia berdarah Eritrea, yang ditahan di Eritrea pada tahun 2001.  Berita terakhir mengenai Dawit Isaak adalah pada tahun 2005. Namun, hingga saat ini keberadaannya tidak diketahui. Presiden Joko Widodo diagendakan untuk menghadiri acara ini. (sumber: kemlu.go.id)?


Buat Komentar Anda