+62 21 5818362

Paradoks Tiga Bandara Internasional


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Tiga bandara internasional menghadapi situasi yang paradoks. Jika Bandara Ngurah Rai (Denpasar) dan Bandara Lombok Praya sama-sama terimbas oleh erupsi Gunung Agung di Bali, maka aktivitas penerbangan di Bandara Silangit yang berdekatan dengan obyek wisata Danau Toba, Sumatera Utara, semakin meningkat.

Bandara Ngurah Rai dan Lombok Praya masih diberlakukan buka tutup, sesuai kondisi Gunung Agung yang terus mengeluarkan erupsi. "Kami menghimbau maskapai penerbangan untuk melakukan antisipasi sehingga bisa meminimalisir dampak gangguannya terhadap pelayanan kepada penumpang di semua bandara," ujar Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso.

"Pengelola bandara bisa memberikan tempat yang nyaman untuk para penumpang beristirahat. Sementara itu groundhandling bisa bekerja lebih cepat namun tetap dengan menjaga aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, sehingga keterlambatan penerbangan bisa diminimalisir," lanjut Agus lagi.

Seperti dikabarkan, Ribuan penumpang di bandara Ngurah Rai dan Lombok Praya terlantar karena keterlambatan dan pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Agung. Jumat 1 Desember 2017, dua bandara tersebut kembali dibuka untuk penerbangan.

Agus meminta para penyelenggara penerbangan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada penumpang sesuai peraturan berlaku. Pelayanan yang baik akan berdampak jangka panjang kepada penumpang sehingga kesinambungan bisnis maskapai akan tetap terjaga.

Bandara Silangit
Kondisi berbeda terlihat di Bandara Silangit (Sibolangit), Sumatera Utara.Setiap hari rata-rata ada 14 pergerakan pesawat (domestik dan internasional), dengan durasi operasional mulai dari pukul 08.00hingga 15.00 WIB. Sampai dengan Kuartal III/2017 jumlah pergerakan pesawat di bandara ini sebanyak 2912 pergerakan  atau meningkat signifikan 29% dibandingkan dengan Kuartal III/2016. Pesawat yang dilayani adalah jenis pesawat A320, CRJ1000, AT72, dan B737-500.

Sementara itu jumlah pergerakan penumpang di rute domestik maupun internasional di Bandara Silangit  hingga saat ini sudah lebih dari 200.000 penumpang dan ditargetkan hingga akhir tahun  2017 ini dapat mencapai 250.000 penumpang atau naik 60% dari tahun 2016.

Sejak 1 Desember 2017, akan terjadi kenaikan lagi. Karena maskapai Batik Air resmi melayani penerbangan dari  Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang menuju Silangit dengan jadwal satu kali penerbangan per hari. Batik Air menggunakan pesawat tipe Airbus A320-200 NEO yang dapat mengangkut 12 penumpang kelas bisnis dan 144 penumpang kelas ekonomi.

"Sejak dicanangkan Presiden Joko Widodo dari bandara perintis menjadi bandara komersial tahun 2016 lalu, perkembangan Bandara Silangit memang sangat pesat. Jumlah penumpang yang mulanya hanya ribuan orang sekarang lebih dari 200 ribu orang. Dan pergerakan pesawat juga menibgkat 29%," pungkas Agus. (jsu)




Berita Terkait
Buat Komentar Anda