+62 21 5818362

Kisah Tarsinah, TKI yang Bekerja di Negeri Perang


VOXPOPULINDO.com, Baghdad - Mungkin tak pernah terbayang dibenak wanita ini ketika harus bekerja sebagai pembantu rumah tangga di sebuah negeri yang dilanda perang. Tapi itulah yang dialami Tarsinah, seorang TKI asal Indramayu Jawa Barat.

Belum jelas benar bagaimana asal muasalnya hingga wanita separuh baya ini bisa bekerja di Irak, negeri di Timur Tengah yang dilanda perang bersaudara, dan telah menelan ribuan korban jiwa.

Keberadaan Tarsinah di negeri nun jauh, yang belakangan diketahui masuk secara ilegal itu menjadi buah bibir di tanah air, setelah namanya diberitakan di media massa pertengahan Juli 2016 lalu.

Kementerian luar negeri RI melalui KBRI di Baghdad pun akhirnya bergerak, mencari cara membebaskan Tarsinah dari kancah peperangan.

Namun proses pembebasan Tarsinah bukanlah persoalan mudah. Butuh waktu cukup panjang, yakni sekitar 4 minggu lamanya untuk menemukan dan mengajak pulang Tarsinah. Proses pencariandan negosiasi harus melibatkan Pemerintah Irak dalam hal ini Kementerian Luar Negeri, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Tenaga Kerja dan Pihak Kepolisian setempat serta majikan dan agen yang mengirim Tarsinah.

Namun usaha keras akhirnya membuahkan hasil. Setelah dicapai kesepakatan awal, pada hari Kamis, 11 Agustus 2016, Tim KBRI dengan pengawalan ketat Kepolisian Irak berupa 3 mobil dengan 17 personel menuju rumah majikan Tarsinah yang berlokasi di kawasan rawan keamanan di Baghdad.

Namun kesulitan berikutnya muncul, dan diperlukan waktu lebih dari 2 jam bagi Tim KBRI untuk meyakinkan semua pihak bahwa yang terbaik bagi majikan dan Tarsinah adalah menempatkan Tarsinah di KBRI.

Tarsinah, selain bekerja di negeri yang dilanda perang, ia juga disebutkan pernah mengalami kekerasan fisik. Terkait hal itu, KBRI telah melaporkan kejadian yang dialami Tarsinah kepada pemerintah Irak untuk diproses lebih lanjut.

Berdasarkan pengakuan Tarsinah, kekerasan yang dialami terjadi pada Desember 2015, pada saat ia bekerja di rumah majikan pertama, dan menyampaikan keinginannya untuk pulang ke Indonesia karena tidak betah bekerja.

KBRI brmaksud membantu tarsinah jika ia ingin memproses secara hukum atas  tindakan kekerasan yang dialaminya, namun Tarsinah memilih untuk segera dipulangkan ke Indonesia agar dapat segera bertemu dengan ibu dan 2 orang anaknya di Indramayu.

Ya..perjalanan panjang penuh risiko telah dilalui Tarsinah yang berusaha mencari nafkah di negeri orang, meski hanya menjadi seorang apembantu rumah tangga. Namun kini Tarsinah telah bebas. Tarsinah telah aman berada di KBRI Baghdad dan menunggu proses pemulangan. (kemlu/mbl)



Berita Terkait
Buat Komentar Anda