+62 21 5818362

Dunia Penerbangan Diminta Waspada Cuaca Ekstrim


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Seluruh maskapai penerbangan diinstruksikan meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca di akhir tahun 2017  yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di seluruh wilayah Indonesia.

Dirjen Perhubungan Udara Kementeran Perhubungan Agus Santoso secara khusus mengeluarkan surat edaran keselamatan. "Setiap akhir tahun itu, kita mengalami hal berbeda namun saling berkaitan. Yaitu cuaca ekstrim karena merupakan puncak musim hujan. Di sisi lain, kita juga mengalami peak season karena ada liburan natal dan tahun baru di mana akan ada peningkatan operasional penerbangan dan peningkatan jumlah penumpang. Untuk itu kita harus tetap waspada dan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan dan penumpang," ujar Agus Santoso.

Surat edaran bernomor SE 16 tahun 2017 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap Kondisi Cuaca Ekstrim dan Persiapan Arus Penumpang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2018 tersebut ditujukan kepada seluruh maskapai penerbangan, penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, penyelenggara bandar udara, otoritas bandar udara dan penyedia layanan informasi meteorologi penerbangan.

Agus mengingatkan semua pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan dalam operasinal penerbangan. Perlu dilakukan tindakan-tindakan pencegahan kecelakaan pesawat saat approach dan landing pada kondisi below minima karena asap, hujan, windshear/ microburst dan wet runway.

"Untuk itu diperlukan juga untuk mengimplementasikan Approach and Landing Accident Reduction (ALAR) toolkit dalam rangka pencegahan terjadinya incident dan accident saat phase pendaratan pada kondisi cuaca buruk dan di daerah pegunungan," ujar Agus lagi.

Agus juga mengingatkan semua penyelenggara pelayanan penerbangan agar senantiasa memenuhi dan mematuhi seluruh peraturan dan ketentuan keselamatan penerbangan secara terus menerus dan berkelanjutan.

"Untuk Airline tingkatkan Kewaspadaan adanya badai “Siklon Tropis Cempaka, utamakan keselamatan penerbangan. Keselamatan dan keamanan penerbangan itu tidak bisa ditawar-tawar. Namun demikian semua penyelenggara penerbangan juga tidak boleh mengabaikan pelayanan terhadap penumpang. Jika terjadi delay, semua harus bekerjasama untuk melakukan pelayanan kepada penumpang sehingga penumpang tetap nyaman dan tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Agus lagi.

Dalam surat edaran tersebut, Agus menginstrusikan kepada pilot in command (PIC), penyelenggara bandar udara, unit penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan, serta Kepala Kantor Otoritas Bandara di tiap-tiap wilayah operasional agar bahu membahu dalam memonitor keselamatan penerbangan di masing-masing bidang tugasnya.

Imbauan Penumpang
Di lain pihak, Agus juga menghimbau pada penumpang untuk tetap mematuhi aturan keselamatan dan keamanan penerbangan. Penumpang juga diminta pengertian dan kesabarannya jika harus menghadapi delay yang disebabkan faktor cuaca yang tidak mendukung operasional penerbangan.

"Keselamatan penerbangan Indonesia sudah diakui dunia internasional dengan mendapatkan nilai efektivitas implementasi audit USOAP dari ICAO mencapai 81,15%. Untuk itu mari kita tunjukkan pada dunia internasional bahwa Indonesia mampu menjaga keselamatan penerbangan selama puncak musim hujan dan mampu menjaga operasional penerbangan saat peak season akhir tahun tetap selamat," ujar Agus lagi.

 (jsu)



Berita Terkait
Buat Komentar Anda