+62 21 5818362

Bebaskan Sandera 10 WNI, RI minta bantuan tokoh Front Pembebasan Moro


VOXPOPULINDO.com, Jakarta - Pemerintah Indonesia berupaya membebaskan 10 WNI yang disandera di Filipina dengan meminta bantuan kepala Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF), Nur Misuari.

Permintaan bantuan kepada Misuari diajukan mengingat dia berperan dalam pembebasan dua kelompok WNI yang disandera sebelumnya. Jalur itu merupakan salah satu dari sekian cara yang ditempuh pemerintah untuk melepaskan WNI yang disandera.

"Kita gunakan semua jalur komunikasi yang kita miliki... (Berusaha) meyakinkan kepada pihak yang menahan WNI, bahwa yang terbaik adalah melepaskan sandera tanpa melukai," tutur Arrmanatha sebagaimana dikutip wartawan BBC Indonesia, Rafki Hidayat.

Sebelumnya, Menko Polhukam Luhut Pandjaitan mengungkapkan Nur Misuari telah dikontak untuk melakukan negosiasi.

"Memang sekarang kita melihat Misuari banyak membantu kita karena Misuari punya hubungan baik dengan kita. Jadi biarlah mereka dulu melakukan negosiasi kita hadir memberikan asistensi," ujar Luhut, Rabu (20/7/2016).

Arrmanatha mengungkapkan bergantinya kepemimpinan di Filipina usai dilantiknya Rodrigo Duterte, 30 Juni lalu, 'tidak mempersulit' diplomasi Indonesia.

"Memang berganti (presiden), tapi pada saat (Indonesia) bertemu dengan Menlu Filipina sehari setelah dilantik, sudah ada komitmen kuat dari mereka untuk bantu Indonesia menyelesaikan masalah ini."

Soal kondisi para 10 WNI, Arrmanatha mengatakan mereka dalam kondisi sehat.

"Keadaan sandera masih baik. Tapi yang bisa juga saya sampaikan, karena dalam keadaan tidak normal, (mereka) terkesaan capek saat bicara," tuturnya.

Dari 10 WNI yang ditawan oleh Abu Sayyaf, tujuh di antara mereka adalah ABK tugboat Charles 001 yang sudah disandera sejak 20 Juni lalu.

Adapun tiga WNI lain adalah anak buah kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim, yang disandera sejak 9 Juli. (bbc)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda