+62 21 5818362

Apa Kabar Trans Papua?


VOXPOPULINDO.com, Jayawijaya- Presiden Joko Widodo (Jokowi) meninjau langsung pembangunan jalan Trans Papua menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Asmat. Kali ini, Presiden Jokowi bahkan mengendarai sendiri motor trail menyusuri jalan Trans Papua yang belum diaspal.

Jalan yang menghubungkan Kabupaten Jayawijaya dengan Kabupaten Nduga dan Kabupaten Asmat ini panjangnya sejauh 284 km, dan yang sudah diaspal 38 km. Perjalanan dari Wamena menuju tempat acara yang berjarak 42 km, dilalui Presiden dengan menggunakan kendaraan roda 4 sepanjang 36 km. Sisanya, Presiden Jokowi mengendarai motor trail menyusuri jalan sepanjang 6 km yang belum diaspal.

Presiden menjelaskan, dirinya berjalan di ruas Wamena menuju Agas sepanjang 287 km. Diakuinya memang yang teraspal baru 38 km, tapi ini akan terus dikerjakan. Karena itu, bersama Panglima TNI, Presiden mengaku melihat kesulitannya seperti apa, kemudian setelah terbuka baru masuk untuk aspal, mengikuti apa yang telah dikerjakan oleh TNI.

"Ini adalah adalah satu ruas dari 4.300 km Trans Papua yang dalam proses dibangun sudah selesai 3.800 km yang sudah dibuka, dan kita harapkan total nantinya tahun 2019 sudah terbuka semuanya. Artinya sudah bisa dilewati tapi mungkin belum aspal,” kata Presiden kepada wartawan saat bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau jalan Trans Papua, di Distrik Habema, Kabupaten Jayawijaya, Rabu (10/5/2017) siang.

Menurut Presiden Jokowi, prioritasnya adalah membuka lahan oleh TNI terlebih dahulu untuk membentuk badan-badan jalan. Sesudah kelihatan, maka aspal masuk yang belum diaspal ini. Ia menyebutkan, masyarakat di seluruh tanah air perlu mengetahui betapa sangat sulitnya membangun jalan di Papua.

“Bukan sulit, sangat sulit sekali. Tanahnya bergunung-gunung yang sangat tinggi,” ujarnya.

Presidenpun memberikan pujian kepada duet Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang telah membangun jalan Trans Papua sepanjang 3.800 kilometer (km) dari rencana 4.300 km, dimana 38 km diantaranya sudah teraspal  dan bisa dilewati kendaraan roda 4 (empat) dengan lancar.

"Saya kira kalau duet seperti ini (Kementerian PUPR dan TNI) ini terus dilakukan akan mempercepat, karena kalau kita lihat medan seperti ini di ketinggian 3.200-an di atas permukaan laut sangat tinggi sekali medannya sangat sulit sekali, sehingga yang bisa masuk awal awal hanya TNI kemudian Kemen PUPR menyusul,” ujar Presiden.

Pembangunan Jembatan

Presiden Jokowi menjelaskan, untuk melengkapi pembangunan jalan Trans Papua itu, akan dibangun 35 jembatan dari Wamena menuju ke Agas. Ia menyebutkan, yang sudah dikerjakan baru 15 jembatan.

“Memang ini pekerjaan yang sangat besar sekali, di lapangan memang kita lihat betapa sangat sulitnya medan yang dihadapi baik oleh TNI, kemudian kontraktornya juga. Bayangkan aspalnya untuk memulai itu, bisa membayangkan baru membawa alat-alat beratnya belum aspalnya,” terang Presiden.

Mengenai alasannya mengendarai trail meninjau jalan Trans Papua, Presiden Jokowi mengatakan, agar kelihatan betapa sulitnya membangun jalan tersebut. “Kita mencoba melihat di lapangan dan harus dirasakan betul,” ujarnya.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, dan Gubernur Papua Lukas Enembe. (mla/setkab.go.id)


Buat Komentar Anda