+62 21 5818362

Trump Berulah, Dilema Warga


VOXPOPULINDO.com, Washington- Instruksi Presiden Donald Trump yang melarang masuknya warga tujuh negara berpenduduk mayoritas umat Islam ke Amerika Serikat, berdampak juga bagi warga AS yang beragama Islam.

Benyamin Rasyad, orang Indonesia yang sudah menjadi warga negara Amerika Serikat, mengaku agak khawatir setelah larangan kedatangan imigran warga Islam oleh Presiden Trump tersebut.

"Saya beragama Islam, keluarga saya juga beragama Islam, jadi kita agak khawatir. Khususnya di Texas kan orang-orang ini tidak tahu apa Islam itu. Ada yang sama sekali tidak tahu apa-apa tapi sudah kena influence (pengaruh)."

Benyamin bersama keluarganya tinggal di Houston, negara bagian Texas yang memiliki banyak pendukung Partai Republik yang merupakan partai Presiden Donald Trump. Pada sisi lain, tambah Benyamin, saatnya pula bagi umat Islam di Amerika Serikat untuk menunjukkan jati dirinya dan bukan terpancing oleh prasangka dari warga yang tidak paham tenang Islam.

Jauh hari sebelum Trump terpilih menjadi presiden AS, beberapa orang menyatakan akan meninggalkan negaranya. Sarah termasuk salah satunya.
Sarah, yang menggunakan nama pertamanya karena alasan keselamatan, segera menghubungi suaminya yang saat itu sedang berada di luar negeri untuk urusan bisnis dan berkata kepadanya, "Cukup sudah. Saya ingin pergi, dan saya tidak bercanda."

Bulan berikutnya, Sarah, 43 tahun, suaminya, 45 tahun, dan dua anak perempuan mereka yang masih bersekolah akan meninggalkan rumah mereka selama tiga setengah tahun di sebuah kota kecil di tengah AS ke sebuah negara ribuan mil jauhnya. Tanpa rencana untuk kembali.

Selama masa pilpres yang paling sengit dalam sejarah modern AS, banyak pembicaraan di dapur kantor, warung kopi, meja makan, dan di media yang mengatakan orang-orang akan meninggalkan AS jika Trump memenangkan pilpres.

Namun begitu Trump benar-benar menang, banyak orang, termasuk selebriti seperti Miley Cyrus dan Amy Schumer, mengingkari janji mereka untuk pergi; sebagian karena tidak bisa, sebagian lagi karena mereka memutuskan untuk tinggal dan berjuang.

Yang lain menganggap komentar awal mereka sekadar lelucon. Namun, beberapa orang benar-benar sudah pergi, atau sedang berencana untuk pergi, atau di beberapa kejadian, menunda rencana untuk kembali ke AS setelah bekerja di luar negeri.  (bbc)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda