+62 21 5818362

#Menyelamatkan Jakarta 2017


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Pilkada DKI Jakarta 2017 tinggal menunggu waktu. KPUD DKI Jakarta pada 30 September 2016 akan memverifikasi terhadap tiga pasangan calon gubernur/wakil yang didaftarkan partai politik. Munculnya pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni dan Anies Bawesdan-Sandiaga Uno, diprediksi membuat calon petahana Ahok-Djarot, tak bisa lagi melenggang sendirian.

Agus-Sylviana didukung poros Cikeas (Demokrat, PPP, PKB dan PAN), Anies-Sandiaga disokong Gerindra-PKS. Adapun Ahok-Djarot didukung PDIP, Golkar, Hanura dan Nasdem.
Ketua Umum MPMI, Ust Hafidin Achmad Luthfie, menjelaskan mengapa Gerindra legowo menerima kandidatnya, Sandiaga tampil sebagai wagub. Begitu pula PKS tak ngotot meski kadernya tak masuk dalam bursa Pilkada DKI.

"Saya telah diskusi dengan banyak pihak, mendengarkan pandangan yang beragam, dan menyerap informasi dari banyak kalangan. Bukan itu saja. Wakil kami juga terlibat dalam dinamika penjaringan calon gubernur muslim DKI Jakarta alternatif. Dan bahkan saya dan teman-teman pernah silaturrahmi dan dialog dengan Prof. Yusril."

Sejak awal kami (Ustadz Mashadi syafaahullah) sudah memprediksi bahwa PDI-P akan memberikan dukungan pada hoax. Dan dukungan itu akan dilakukan pada menit-menit akhir. Dinamika politik di Jakarta terjadi begitu cepat. Prof. Yusril pun batal maju. Mardani ditarik dari bakal calon wakil gubernur. Dan akhirnya muncul tiga calon; satu calon kaf** dan dua calon muslim.

"Dalam situasi begini kita harus berpikir cepat dan bergerak cekatan. Kita harus fokus pada hasil dan tujuan. Hoax harus selesai. Dan 2017 gubernur muslim harus perintah Jakarta."

Partai Gerinda dan PKS adalah dua partai yang konsisten menjadi oposisi. Padahal partai-partai lain justru melakukan politik transaksional. Politik dagang sapi. Mereka merapat ke penguasa dengan membiarkan kehancuran bangsa dan negara.

Prabowo Subianto adalah negarawan. Dia maafkan Anies Baswedan yang pernah menghinanya. Dia relakan partainya sebagai pemenang ke-2 di Jakarta untuk menduduki calon wakil gubernur. Dia relakan Anies Baswedan semata karena panggilan nasionalisme. #Jakarta harus diselamatkan. Para pimpinan PKS sekarang juga menunjukkan kelasnya sebagai negarawan. Mereka legowo menarik kembali pencalonan Mardani Ali Sera. Mereka lakukan itu demi menyelamatkan Jakarta. Demi kepentingan umat dan bangsa yang lebih besar.

"Anis sekular ini tak kita pungkiri. Tetapi di kalangan sekular ada yang nasionalismenya kuat. Dan diantara mereka ada yang bisa kompromi dengan Islamiyyun. Pada mereka mungkin bisa dilakukan dialog dan kerjasama untuk agenda tertentu seperti selamatkan Jakarta dari pemimpin kaf**."

Dengan mereka Syaikh Dr. Sholah Al-Showi pernah lakukan dialog. Itu dibukukan dalam kitab Al-Muhaawaroh.
Anies in sya Allah bukan pengikut syiah. Tuduhan itu tak punya bukti. Tidak didukung data valid. Bahkan ayahnya adalah kiai dari MASYUMI.  Dan keluarga Baswedan secara umum adalah sunnah. Serta Anies sendiri sewaktu di Al-Irsyad telah membuat klarifikasi ketidakbenaran informasi itu. Maka kita menghukumi secara zhohir. Dan kita pegang hadits shohih:

?? ??? ?????? ? ?????? ?????? ? ??? ??????? ???? ?????? ???? ?? ??? ???? ? ??? ?????

"Barangsiapa sholat dengan sholat kami, menghadap kiblat kami, serta memakan sembelihan kami, maka dia adalah muslim yang memiliki jaminan Allah dan jaminan rasul-Nya."

Anies Baswedan bukan tokoh liberal. Dalam daftar 50 tokoh liberal Indonesia nama Anies Baswedan tak ada. Karena itu, jangan menghukumi tanpa kebodohan dan kezholiman. "Setelah menimbang banyak hal dan sisi, memperhatikan tujuan-tujuan syariah, mengutamakan masa depan dakwah di Jakarta khususnya dan Indonesia secara umum, saya merekomendasikan umat di Jakarta memilih pasangan yang diusung Partai Gerinda dan PKS."

Sekarang bukan waktunya berdebat. Sekarang adalah waktu kita bergerak cepat. Ingatlah bahwa medan lapangan berbeda dengan medan omongan. Banyak orang cakap ngomong dan menghukumi tetapi nol dalam gerak dan perjuangan. Syaikh Hasan Al-Banna rohimahullaah pernah ingatkan:

???? ????? ??? ??? ?????, ???? ????? ??? ??? ??????, ???? ?????? ??? ??? ?????? ?????? ?????? ?? ?????...

"Dan tukang bicara beda dengan tukang kerja. Dan tukang kerja beda dengan tukang jihad. Dan tukang jihad beda dengan tukang jihad yang produktif dan ikhlas dalam jihadnya."

"Bismillah. Mari kita bergerak. Semoga Allah swt memberikan pertolongan. Dan target kita kaf** selesai dari kepemimpinan Jakarta tercapai. #Amiin yaa Robbal 'aalamiin.


Berita Terkait
Buat Komentar Anda