+62 21 5818362

Awan Cb yang Ditakuti Para Pilot


VOXPOPULINDO.com, Surabaya- Apa sebenarnya penyebab hilangnya pesawat AirAsia QZ-8501?? Sebagian pilot menduga awan cumulonimbus (Cb) sebagai penyebab. Pilot senior Ganadi Ratnuatmadja, yang pernah bekerja di Garuda Indonesia, serta menjadi pilot keluarga diktator Moammar Gadaffi menjelaskan lebih rinci kepada voxpopulindo.com, Senin (29/12) pagi ini.

"Anda pernah melihat angin puting beliung di darat? Seperti itulah awan Cb di udara. Kekuatannya lebih dahsyat lagi, mampu menyedot apa saja yang menghalangi," ungkap Ganadi.

Dalam jarak berapa kilometer awan Cb terdeteksi?

"Sekitar 100 mil. Dengan kecepatan pesawat sekitar 10 mil, pilot hanya punya waktu 10 menit untuk melakukan manuver. Tapi kalau seperti sekarang ini, agak riskan menunggu 10 menit. Lima menit kita harus melakukan manuver."

"Di kalangan pilot, awan tersebut paling ditakui karena dapat membuat mesin dan sayap pesawat dipenuhi es. Bisa jadi apa yang menimpa AirAsia, disebabkan berderetnya awan Cb. Di depan hanya terlihat awan biasa, tapi di baliknya bisa ada 2, 3 hingga 4 awan Cb."

Apa yang bisa dilakukan pilot dalam waktu sekian menit menghadapi awan Cb?

"Awan Cb ini memang demikian kuat, terbentuk dari bawah terus naik keatas. Awannya sangat tebal, pusarannya juga kuat. Jika terjebak memasuki awan Cb, sangat kecil kemungkinan bisa lolos."

"Para pilot sudah paham langkah-langkah antisipasi yang harus dilakukan setelah melihat Cb. Harusnya menghindar, gak boleh lagi mencoba melipir (meniti jalan di pinggiran awan CB).

(Wikipedia: Awan Cb terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer. Awan Cb merupakan satu-satunya awan yang dapat menghasilkan muatan listrik Tornado alias puting atau badai petir besar).

Bisakah awan Cb dilihat dengan mata telanjang?

"Awan itu terdeteksi melalui radar. Secara sekilas (fisik) sulit mengetahui apakah awan yang berada di depan itu berbahaya atau hanya awan biasa?"

Karena itu selama penerbangan berlangsung, pilot dan co-pilot wajib mengikuti jalur-jalur penerbangan yang telah terprogram melalui bantuan navigasi pesawat dan mendapat informasi dari ATC (Air Traffic Control atau menara kontrol lalu lintas bandar udara).

"Persiapan pilot untuk memastikan bahwa semuanya dalam keadaan baik dan layak terbang. Pilot harus tahu persis apa saja yang akan dibawanya. Pesawat harus ready dan pilot wajib fit." (jar)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda