+62 21 5818362

Total Football di Ujung Konektivitas dan Navigasi


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Dalam sepakbola dikenal istilah total football. Taktik permainan yang memungkinkan semua pemain bertukar posisi saat menyerang maupun bertahan -- pertamakali dipopulerkan Belanda--, tengah diterapkan Kementerian Perhubungan. Membidik konektivitas antar-wilayah, Ditjen Perhubungan Udara melakukan berbagai langkah strategis, dari pembukaan sejumlah bandara hingga layanan navigasi.

Kawasan Nusa Tenggara merupakan miniatur proyek konektivitas di Indonesia yang bakal memberi banyak dampak positif. Dikenal sebagai salah satu tujuan wisata --setelah Bali yang telah mendunia-- Nusa Tenggara memiliki beberapa daerah pertambangan seperti emas, mangan, bijih besi, batu apung dan sebagainya. 

"Letak Nusa Tenggara itu berdampingan dengan Bali. Jika transportasi udara-nya bagus dan frekuensinya banyak, para wisatawan pasti akan lebih sering berkunjung ke wilayah ini. Dengan demikian perekonomian masyarakat juga akan bisa berkembang," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso dalam siaran persnya di Jakarta, Senin (11/9/2017).

Menurut Agus, konektivitas di wilayah Nusa Tenggara Barat dan Timur yang terdiri banyak pulau, harus ditingkatkan. Baik itu intra daerah maupun dengan daerah luar. Hal ini untuk meningkatkan pergerakan masyarakat dan mengembangkan perekonomian. Dengan semakin lancarnya  transportasi udara, bisa semakin meningkatkan kepercayaan investor untuk berinvestasi di wilayah ini.

Saat ini terdapat 174 penerbangan domestik intra Nusa Tenggara dan dari daerah luar Nusa Tenggara seperti dari Jakarta, Surabaya, Denpasar dan Makassar. Masakapai yang melayaninya di antaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air, NAM Air, Lion, Wings, Batik, Kalstar, Citilink dan Transnusa.

Sedangkan penerbangan Internasional hanya ada satu yaitu Kuala Lumpur (Malaysia) - Lombok (NTB) yang dilakukan oleh maskapai AirAsia Malaysia.
Agus berpendapat, selain maskapai penerbangan, yang juga harus diperhatikan adalah bandara-bandara di daerah tersebut.

Navigasi Udara
Untuk meningkatkan konektivitas, harus dipastikan peningkatan pelayanan lalu lintas udara dapat dilakukan dengan baik. Salah satunya adalah meningkatkan pelayanan navigasi. Dalam hal ini, Kementerian Perhubungan serius meningkatkan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia bagian timur khususnya Papua. Kelak, peningkatan layanan navigasi akan dilakukan Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia di Papua. 

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto menyebutkan, peningkatan pelayanan akan dilakukan melalui berbagai program investasi. Saat ini, AirNav Indonesia tengah gencar dalam membentuk modernisasi dan pengadaan peralatan navigasi penerbangan seperti communication, navigation, surveillance and automation (CNS-A). 

Untuk memenuhi kebutuhan peralatan navigasi penerbangan untuk teknologi surveillance dengan satelit, AirNav Indonesia akan menggunakan produk dalam negeri. Tak hanya itu, Novie menjelaskan, sumber daya manusia juga merupakan salah satu kunci dalam peningkatan layanan navigasi penerbangan di wilayah Papua. 

Selain itu, Novie mengatakan, untuk meningkatkan layanan perseroan juga akan bersinergi dengan beberapa stakeholder penerbangan. Sehingga nantinya, AirNav Indonesia bisa menjangkau wilayah-wilayah terpencil.  “Kami juga akan berkolaborasi dengan seluruh stakeholder penerbangan antara lain regulator, pengelola bandara dan maskapai untuk meningkatkan konektivitas udara hingga ke wilayah-wilayah terpencil yang cukup sulit ditempuh melalui jalur darat, sehingga kesejahteraan masyrakat di wilayah ini juga dapat meningkat,” tutur Novie. (rus)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda