+62 21 5818362

Mendorong PT DI Agar Terbang Tinggi


VOXPOPULINDO.com, Bandung- Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memberikan dorongan teknis percepatan sertifikasi kepada PT Dirgantara Indonesia (DI) sebagai satu-satunya aircraft manufacturer di Tanah Air dan di ASEAN agar mampu memproduksi dan memasarkan produk-produknya secara lebih progresif. 

"Kami akan memberikan dorongan teknis agar PTDI mampu lebih progresif dalam penetrasi pasar dunia," demikian diungkapkan Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso di sela-sela acara serah terima  tiga unit helikopter serang TNI AD, satu unit pesawat udara CN235 MPA TNI AL, dan dua unit helikopter AKS (Anti Kapal Selam) TNI AL dari PTDI kepada Kementerian Pertahanan RI di hanggar PTDI, Bandung (8/1).

Dorongan teknis yang akan diberikan, misalnya bantuan teknis sertifikasi disain, type, sampai produk sesuai aturan-aturan penerbangan internasional  (Annexes ICAO) dan nasional CASR serta membantu dalam hal pemasaran ke negara-negara sahabat Indonesia melalui Bilateral Airworthines Recognition ataupun Bilateral Airworthiness Agreement.

Produk PTDI selama ini dikenal handal dan dipakai oleh banyak negara di dunia. Menurut Agus, pihaknya telah melakukan pembicaraan dengan otoritas penerbangan Meksiko, yang banyak memakai pesawat jenis CN-235 dan NC-212 dan akan membeli lebih banyak lagi pesawat typet. "Namun mereka masih terkendala masalah sparepart maupun component. Untuk itu kami mendorong PTDI untuk juga memproduksi sparepart maupun component pesawat-pesawat tersebut sehingga pemasarannya bisa lebih bagus.” 

Selain itu, Ditjen Perhubungan Udara juga akan memberikan dorongan agar PTDI memproduksi pesawat-peawat yang dibutuhkan untuk penerbangan nasional, seperti misalnya pesawat-pesawat untuk beroperasi di Papua yang daerahnya bergunung-gunung, berbukit, dan jurang terjal.

Menurut Agus, pesawat yang cocok untuk kondisi alam di Papua tersebut adalah pesawat yang mampu mengudara dan mendarat di landasan yang pendek. Selain itu juga pesawat yang mempunyai stall speed rendah sehingga bisa terbang pelan dan melakukan manuver dengan baik di sela-sela tebing pegunungan di Papua.

"Pesawat N219 yang saat ini diproduksi PTDI adalah pesawat yang cocok untuk hal tersebut. Untuk itu kami akan mengawal dalam proses sertifikasinya sehingga pesawat tersebut menjadi handal dan bisa diproduksi massal. Dengan sertifikasi yang baik dari otoritas penerbangan yang diakui dunia, maka pesawat N219 tersebut nantinya juga akan bisa dipasarkan ke negara-negara yang membutuhkan dan mempunyai kondisi alam seperti Papua,” lanjut Agus lagi.

"Sebagai regulator, kita biasa mengenal 3 A operator yaitu Airport, Airlines dan Air Navigations. Di  Indonesia, sekarang ditambah A satu lagi yaitu aircraft manufacturer. Untuk itu kami juga akan membantu, mengawasi dan membina aircraft manufacturer ini agar bisa berkembang dan memberikan kontribusi lebih banyak bagi bangsa dan negara." (jsu)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda