+62 21 5818362

Kekayaan Maluku di Mata Jenderal


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Pada dekade mendatang penduduk dunia semakin banyak mengkonsumsi ikan dan hingga tahun 2012 menurut Food and Agriculture Organization (FAO) dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), konsumsi per kapita ikan penduduk dunia mencapai 20 kg/per tahun.

Provinsi Maluku memiliki potensi sumberdaya perikanan sebesar 1.627.500 ton/tahun dengan jumlah tangkapan yang diizinkan 1.301.800 ton/tahun. Potensi kekayaan Maluku ini akan dibahas dalam seminar sekaligus Peluncuran Buku "Maluku: Staging Point RI Abad 21” karya Komarudin Watubun, selasa (28/11/2017).  

Selaku penyelanggara seminar, Yayasan Ignasius Joseph Kasimo (YIJK) dan Penerbit Taman Pustaka menghadirkan keynote speech Jenderal TNI (Pur) Try Sutrisno dengan kata pengantar Kapolri Jenderal (Pol) Drs.Tito Karnavian,M.A,Ph.D serta penulis Maluku : Staging Point RI Abad 21” Komarudin Watubun.

Penulis buku, Komarudin Watubun mengatakan, di tengah perubahan lingkungan global dan regional buku ini hendak memaparkan gambaran (titik geostrategis dan skala waktu) daya-saing Negara RI kira-kira 100 tahun ke depan dengan melihat dan belajar dari nilai sejarah dan nilai strategis kawasan (staging point) Maluku dan sekitarnya khususnya selama lebih dari 800 tahun terakhir.

"Asumsi pokoknya yaitu kawasan Maluku dan sekitarnya memiliki nilai historis dan nilai strategis selama lebih dari 800 tahun pada level global dan kawasan Asia, yang pada masa-masa akan datang juga sangat mempengaruhi bahkan menentukan daya-saing Negara RI abad 21,” Ujar Bung Komar (BK) sapaan akrab Komarudin Watubun di kediamannya.

Lebih lanjut menurut Pria yang juga adalah Ketua Dewan Pembina Ormas Gerakan Poros Maritim Indonesia (Geomaritim-red) ini bahwa Nilai strategis Maluku dan sekitarnya misalnya terletak pada mineral-mineral strategis. Gerakan tektonik kerak lempengan Samudera Pasifik dan Australia jutaan tahun membuat kawasan Maluku, Papua dan Nusa Tenggara Timur “terjepit” di antara kedua lempengan raksasa ini.

“Sejak dini awal abad 21, Amerika Serikat (AS) menggeser strategi ekonomi dan maritim guna merespons pergeseran pusat gravitasi ekonomi dari zona Lautan Atlantik ke zona Asia. Misalnya, fokus kebijakan departemen pertahanan (Department of Defense/ DoD) Amerika Serikat di bidang ekonomi dan maritim, mulai bergeser dari zona pusat ekonomi dan maritim Euro (Eropa Barat) ke pusat ekonomi dan maritim Asia Pasifik. Fokusnya ialah dampak ekonomi terhadap kehadiran angkatan laut Amerika Serikat di zona strategis secara ekonomi-maritim Asia-Pasifik Sedangkan indikator pembandingnya antara lain pertumbuhan ekonomi negara-negara Asia Pasifik, khususnya Republik Rakyat Tiongkok, yang memacu lonjakan kebutuhan pasokan energi,“ ujarnya. (sumber; geomaritim)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda