+62 21 5818362

Kado Spesial di Penghujung Tahun


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Kehidupan sesungguhnya dimulai dari Timur. Pesan penuh makna itu benar-benar terealisasi di Papua. Untuk pertamakalinya, penerbangan angkutan udara perintis kargo atau biasa disebut jembatan udara, mulai beroperasi, Kamis (26/10/2017).
 
Pesawat type Caravan C208 yang dioperasikan maskapai Dimonim Air, lepas landas pukul 09.39 WIT dari Bandara UPBU Nop Goliat-Dekai, menuju Korupun. Barang-barang yang diangkut berupa sembilan bahan pokok (sembako), seperti beras, mie instan dan minyak goreng.

Penerbangan pesawat kargo tersebut merupakan pijakan awal seperti instruksi Presiden Joko Widodo, untuk mengurangi disparitas harga dengan membangun "Tol" udara. "Alhamdulillah akhirnya penerbangan perdana Jembatan Udara berhasil dilaksanakan dengan selamat dan sukses. Semoga hal ini bisa memperlancar aliran logistik ke daerah-daerah pedalaman Papua," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso.

Proses keberangkatan penerbangan perdana Jembatan Udara disaksikan Bupati Yahukimo, Kepala Otoritas Bandara Wilayah X Merauke, Kepala Dinas Perindakop dan Kepala Dinas Perhubungan Yahukimo serta Anggota DPRD Kab Yahukimo.

Agus berharap, dengan lancarnya aliran logistik nantinya akan membuat harga-harga kebutuhan pokok di daerah perintis yang dituju menjadi turun, sama seperti daerah lain yang sudah terbuka. Dengan demikian perekonomian akan meningkat dan taraf hidup masyarakat di daerah tertinggal dan terpencil juga ikut naik.

Kemandirian Ekonomi
Program Jembatan Udara merupakan perintah Presiden Joko Widodo melalui Menteri Perhubungan pada akhir tahun 2016. Jembatan Udara juga dapat dilakukan sebagai kelanjutan dari Tol Laut, di mana barang-barang yang telah diangkut oleh kapal dalam Tol Laut akan dilanjutkan ke daerah-daerah tujuan tertinggal dan terpencil menggunakan pesawat udara.

Program Jembatan Udara merupakan perwujudan program Nawacita Pemerintahan Joko Widodo. Terutama Nawacita ke-3 yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. Serta Nawacita ke-7 yaitu mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Penerbangan perdana pesawat kargo bisa disebut kado spesial menjelang pergantian tahun. Setelah Papua, program jembatan udara akan dilanjutkan di beberapa daerah di Sulawesi dan Kalimantan. "Ditjen Perhubungan Udara akan memberikan pengawasan dan dukungan penuh dengan pemberian subsidi terhadap program kegiatan ini sehingga bisa terlaksana dengan kontinyu dan bisa dikembangkan di daerah-daerah lain." ujar Agus.

Tak lupa, Agus berterimakasih kepada pihak-pihak yang telah membantu sehingga penerbangan perdana jembatan udara berjalan dengan selamat dan lancar. Pihak-pihak yang telah membantu di antaranya adalah Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Dekai, Kementerian Perdagangan, Pemerintah Daerah setempat dan jajaranya, AirNav selaku pengelola navigasi penerbangan, Demonim selaku operator penerbangan dan beberapa pihak lain. (jsu)



Buat Komentar Anda