+62 21 5818362

Diguncang Gempa, Bandara Pattimura Tetap Beroperasi


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Kekhawatiran terganggunya penerbangan di Ambon akibat gempa beruntun, tak terbukti di lapangan. Hasil pemeriksaan serta koordinasi internal dan eksternal di lingkungan Bandara Pattimura, memang terdapat beberapa kerusakan fisik bangunan, tapi itu tidak mengganggu operasi penerbangan.

Rabu pagi (1/11/2017), tiga pesawat komersial menyentuh landasan Bandara Pattimura Ambon, dengan selamat. Pesawat Batik Air terbang dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, adapun dua pesawat lain milik Batik Air dan Lion Air, berangkat dari Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar.

"Titik gempa tak jauh dari permukaan di area bandara. Kami sudah mengecek kondisi landasan pacu Bandara Pattimura dan tidak ada retakan, sehingga operasi penerbangan tidak terpengaruh oleh akibat gempa tersebut," kata Agus Santoso, Dirjen Perhubungan Udara di Jakarta (1/11/2017).

Menurut Dirjen, operasional bandara harus tetap berjalan normal sesuai dengan standar keselamatan. "Jadi, penumpang penerbangan yang akan melakukan perjalanan ke Ambon atau dari Ambon bisa tetap tenang karena sampai saat ini operasional bandara masih dalam standar keselamatan," ungkap Agus.

Pihak Bandara Pattimura yang melakukan kunjungan ke kokpit pesawat, mendapat penjelasan dari ketiga pilot, bahwa tidak ada penurunan kualitas pelayanan dari navigasi penerbangan dan komunikasi. "Alhamdulillah, meskipun pelayanan dilakukan dari operational room darurat, tapi operasional tetap berjalan normal. Semoga keadaan segera pulih dan tidak ada lagi gempa atau bencana berikutnya," ujar Fheny Purwo H, GM AirNav Indonesia Cabang Ambon.

Tower Retak
Akibat gempa di Ambon, kondisi bangunan tower mengalami retak dan pecah kaca pada kabin controller lebih dari 50 persen. Namun secara umum fasilitasnya masih berfungsi. Fasilitas navigasi, DVOR PMA, Localizer, dan GPS, setelah dilakukan pengecekan dan berdasarkan parameter yang ditampilkan, kondisinya masih normal. Begitu juga dengan kondisi radar dan VHF ER di Gunung Nona, yang dilaporkan masih beroperasi normal.

AirNav Indonesia Cabang Pratama Ambon melaksanakan contingency plan untuk menjamin operasional penerbangan di Bandara Pattimura tetap berjalan. Mengingat tower belum bisa dipergunakan, dengan mempertimbangkan fasilitas dan kesiapan mental personel ATC, maka operasional APP dan tower dilakukan di ruang Briefing Office. Ruangan ini merupakan tempat yang paling memungkinkan dan aman untuk dipergunakan sebagai antisipasi gempa susulan.

Saat ini, AirNav juga menyiapkan fasilitas komunikasi, yang pada pukul 04.00 WIT sudah siap dioperasikan. Sementara itu, karena pelayanan tower tidak dilakukan di tempat yang tinggi, maka observasi landasan pacu dilakukan oleh personel ATC dari watchroom PKPPK. "Operasional tower di watchroom itu akan dilakukan sampai perbaikan tower selesai dan bisa digunakan lagi," tutur Agus.

Dari hasil koordinasi antara Otoritas Bandara Wilayah VIII Bandara Pattimura Ambon dengan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola Bandara Pattimura, Lanud Pattimura dan AirNav Indonesia Cabang Ambon, saat ini fasilitas bandara, serta landasan pacu, taxiway, dan apron kondisinya aman. Fasilitas kelistrikan dan lainnya juga normal. Namun terjadi kerusakan fisik di terminal berupa plafon runtuh di beberapa bagian, tapi struktur bangunan masih utuh.

Pihak AP I, Lanud Pattimura, dan Airnav terus melakukan pengecekan dan pembersihan fasilitas bandara untuk mempersiapkan operasional dan pelayanan penerbangan esok hari. Diharapkan tidak terjadi gempa susulan, sehingga aktivitas penerbangan di kemudian hari berjalan normal. (jsu)


Buat Komentar Anda