+62 21 5818362

Dari Langit Menuju Kemakmuran Dunia


VOXPOPULINDO.com, Jakarta- Awal Desember, tepatnya sejak 7 Desember 1994, dunia merayakan hari Penerbangan Sipil Internasional. Peringatan tersebut untuk mengingatkan kembali pentingnya fungsi keselamatan penerbangan sipil serta pengaruh terhadap perkembangan sosial.

"Secara global sudah diketahui bahwa berkembangnya penerbangan sipil di suatu daerah atau negara akan meningkatkan juga kesadaran sosial dan kondisi perekonomian di suatu daerah dan bangsa tersebut," ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Agus Santoso.

Selaku otoritas tertinggi penerbangan sipil di Indonesia, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara bertugas membuat dan menselaraskan aturan-aturan terkait keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan nasional dengan penerbangan Internasional dan mengawasi serta mengevaluasi pelaksanaannya di lapangan.

Terkait dengan tugas tersebut, Ditjen Perhubungan Udara juga akan selalu bekerjasama dengan para penyelenggara penerbangan (stakeholder) di dalam negeri seperti pengelola bandara, pengelola navigasi penerbangan, maskapai penerbangan, industri aircraft manufacturing, ground handling, Pemda, BMKG, KNKT dan sebagainya.

Selain itu Ditjen Hubud juga bekerjasama dengan otoritas negara lain, badan-badan dan organisasi penerbangan sipil Internasional.
"Ini sesuai dengan tema Hari Penerbangan Sipil Internasional periode 2015-2018 yaitu: 'Working Together to Ensure No Country is Left Behind'. Untuk itu kita akan selalu bekerjasama saling menguntungkan dengan dunia penerbangan sipil internasional."

Seperti diketahui hari Penerbangan Sipil Internasional dirayakan setiap 7 Desember. Hal ini mengacu pada keputusan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1996, atas inisiatif Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO). Sebelumnya, ICAO telah menetapkan Hari Penerbangan Sipil Internasional sejak tahun  1994, memperingati 50 tahun berdirinya organisasi tersebut.

Kemakmuran Dunia
Saat ini Indonesia mencapai jajaran elite penerbangan dunia. Hasil audit ICAO pada Oktober 2017, nilai efektivitas implementasi pengawasan keselamatan penerbangan  Indonesia  mencapai nilai angka tinggi yaitu 81,15% (di atas rata-rata dunai 62%), dan persyaratan 60% pasing grade Global Aviation Safety Plan ICAO.

"Dengan kondisi tersebut, Indonesia mempunyai tugas tambahan untuk membantu negara-negara lain di dunia yang belum maju penerbangan sipilnya. Kita akan menggalang kerjasama Internasional  untuk memastikan tidak ada negara yang tertinggal dalam hal keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangannya," lanjut Agus.

Hal ini sesuai dengan mandat dari Konvensi Chicago 1944 yang merupakan cikal bakal Penerbangan Sipil Internasional, dimana dalam agenda 2030 diharapkan penerbangan sipil internasional akan lebih maju dan berkembang lagi sehingga dapat membawa kemakmuran dan perdamaian dunia. (jsu)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda