+62 21 5818362

Bandara Baru di Atas Reklamasi Laut


VOXPOPULINDO.com, Denpasar- Pembangunan bandara baru di Pulau Bali sudah ditentukan di Kecamatan Kubutambahan Kabupaten Buleleng. Bandara kedua setelah bandara Ngurah Rai itu direncanakan dibangun di atas reklamasi laut seluas a 600 hektar.

Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, mengapresiasi dan memuji konsep bandara baru yang diajukan oleh konsultan asal Kanada Airport Kinesis. Tujuh kali memaparkan konsep pembangunan bandara, baru kali ini dinilai mendekati hasil sempurna.

"Pembangunan bandara tidak akan mengorbankan lahan pertanian di sekitarnya. Di sana banyak terdapat lahan persawahan kelas 1 sehingga jangan sampai mengganggu produksi pangan," ujar Pastika, Rabu 27 Agustus 2014.

Untuk memperdalam kajian dari Airport Kinesis Canada, Pastika meminta agar dipastikan survey tentang kedalaman laut sekitar. Perairan di sekitar Kubutambahan, sambung Pastika, sangat dalam dan ombaknya cukup besar, agar tidak mengganggu pembangunan bandara.

Untuk itu, Pastika meminta kepada pihak konsultan untuk mempersiapkan pemaparan yang lebih mendetail tentang dana, managemen dan masa depan bandara jika nanti dibangun. Yang terpenting, pembangunan bandara baru ini harus menguntungkan Bali.

"Saya minta kejelasan dari dari investor, nilai lebih apa yang bisa anda tawarkan kepada Bali.  Karena selain Airport Kinesis Canada masih akan ada dua konsultan lagi akan bersaing," ungkapnya.

Selain masalah teknis, Gubernur juga menyoroti masalah administrasi yaitu persetujuan dari Kementerian Perhubungan. Ia mengkhawatirkan dengan masa transisi politik sekarang ini berpengaruh terhadap kelancaran administrasi di Kementerian terkait.

Perwakilan dari Airport Kinesis Canada, Shad Serroune, menyatakan akan menyempurnakan konsep pembangunan bandara di Bali Utara. Pembangunan bandara yang mengusung nama Dwijendra International Airport itu bertujuan untuk mengatasi kekroditan di wilayah Bali Selatan.

Reklamasi laut untuk membangun bandara memerlukan 134 juta kubik tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 100 meter. Selain membangun bandara, Airport Kinesis juga memberikan penawaran yang lebih, yaitu pembangunan rumah sakit, pusat pendidikan dan pelatihan tentang kedirgantaraan, dan pembangunan serta pengoperasian bandara akan mengusung konsep ramah lingkungan.

Selain itu, Shad Seraounne juga menjanjikan pembangunan Bandara ini akan membuka banyak lowongan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal. Rencananya selain melayani penerbangan domestik, bandara ini juga akan melayani penerbangan internasional. Dia optimis jika surat izin dari Kementerian Perhubungan bisa terbit bulan oktober 2014, maka pengerjaan bisa dilaksanakan awal tahun depan. (dka)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda