+62 21 5818362

Apam, Serabi Nenek Moyang yang Tergerus Zaman



VOXPOPULINDO.com, Banda Aceh- Bagi penikmat kuliner, serabi bukan hal yang susah ditemukan. Kue tradisional yang terbuat dari tepung dan campuran santan ini banyak dijual di  toko kue, swalayan, bahkan kaki lima. 

Namun, Aceh memiliki kue serupa yang mirip dengan serabi yaitu apam. Bedanya ukurannya yang besar dan dibuat dari adonan tepung beras. Apam nyaris seukuran martabak manis atau martabak bangka yang sudah terkenal. Yang membedakan serabi dengan apam adalah rasa. Kue khas Aceh ini tidak manis karena untuk menikmatinya harus dicampur dengan kuah tuhe atau kuah santan  kelapa yang diberi campuran nangka serta pisang raja. 

Maraknya gempuran kue modern menyebabkan apam nyaris punah. Generasi muda Aceh bahkan tak mengenal lagi apam. Nah, kekhawatiran inilah yang direspon Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh untuk memperkenalkan kembali kue nenek moyang. 

Meseum Negeri Aceh yang menjadi tuan rumah menggelar Festival Apam. Festival apam yang dirangkai dalam suasana Ulang Tahun Kota Banda Aceh ke-809 ini mendapat perhatian banyak pihak. Puluhan peserta terutama generasi tua  berlomba memasak apam yang sudah tergerus zaman. 

Apam adalah adonan tepung beras diberi  air dan santan kelapa d, garadan m, sedikit gula pasir  saripati pandan wangi. Pandan dicapur dalam adonan apam selain mengganti pewarna hijau makanan juga membuat apam lebih wangi. Adonan itu kemudian dituang dalam cuprok tanoh atau pinggan tanah liat kering agar menghasilkan apam yang gurih dan bebas kimia. "Yang kita masak hari ini sudah dimodifikasi yaitu ada campuran telur ayam," ujar Cut Yusnidar, sang chef apam. (cob)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda