+62 21 5818362

Ibas Pecah Konsentrasi Bursa DKI-1


VOXPOPULINDO.COM, Jakarta- Bursa kandidat dalam ajang Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 makin panas. Terakhir, Partai Demokrat mengusung sejumlah nama untuk diajukan sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta. Salah satunya, Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas (36).

Selain populer, memahami referensi pembangunan kota, Ibas telah teruji di jalur politik. Selain menjadi Ketua Fraksi Partai Demokrat periode 2014-2019, Ibas mengemban tugas penting; menjadi Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat 2015-2020.

Dengan demikian nama putra bungsu mantan Presiden SBY tersebut bakal memecah konsentrasi pertarungan yang selama ini bertumpu ke calon petahana, Basuki Tjahya Purnama (Ahok). Lihat saja bagaimana sejumlah tokoh, termasuk elite Koalisi Merah Putih (KMP) gencar bergerilya memerangi Ahok.

Melalui Twitter, Dubes RI untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra, sempat berkomentar rasial terhadap Ahok. Yusron merupakan adik Yusril Ihza Mahendra yang bakal melaju di Pilkada DKI tahun depan.

Anggota DPR, Ruhut Sitompul meminta para elite tidak keroyokan melawan Ahok. "Saya ingatkan parpol, saya sebagai teman Ahok, nama partai cukup besar. Jangan keroyokan. Kalah lawan Ahok, akan malu," kata Ruhut.

Dia mengatakan parpol di KMP harus berhati-hati."Orang jujur kayak Ahok kok mau diganjal? Takut lihat orang jujur? Atau mereka (KMP) tidak percaya mereka (Ahok) dan etnisnya?" tanya Ruhut.

Sejauh ini, Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto menegaskan, parpol yang tergabung dalam KMP akan bersatu padu mendukung calon sama. Ini artinya mereka bertekad bulat menjegal Ahok yang memilih jalur independen.

Sebenarnya kubu Ahok pun tak tinggal diam. Dalam survei yang dilakukan Charta Politik, sikap Partai Gerindra yang tidak mendukung Ahok berbanding terbalik dengan aspirasi pemilihnya.

Dari 400 responden, 13 persen memilih Gerindra sebagai partai politik untuk menyalurkan aspirasinya. Namun, dari para pemilih Partai Gerindra itu, 51,9 persen justru memilih Ahok menjadi calon gubernur DKI Jakarta.

Sisanya, 15,4 persen memilih Yusril Ihza Mahendra, 5,8 persen memilih Sadiaga Uno, 5,8 persen memilih Hidayat Nur Wahid, 3,8 persen memilih Adhyaksa Dault, 7,7 persen memilih calon lain, dan 5,8 persen tidak memilih atau tidak menjawab. Anda pilih yang mana? (jar)


Berita Terkait
Buat Komentar Anda